16 Februari 2014 - 20:30
Bangsa Iran Tidak akan Menyerah dari Intimidasi Apapun

Rahbar atau Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran Ayatullah al-Udzma Sayid Ali Khamenei mengatakan, bangsa Iran tidak akan pernah menyerah terhadap intimidasi, tekanan dan pemerasan kekuatan-kekuatan global khususnya Amerika Serikat.

Menurut Kantor Berita ABNA, Rahbar atau Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran Ayatullah al-Udzma Sayid Ali Khamenei mengatakan, bangsa Iran tidak akan pernah menyerah terhadap intimidasi, tekanan dan pemerasan kekuatan-kekuatan global khususnya Amerika Serikat.

 

Hal itu disampaikan Rahbar dalam pidatonya di depan ribuan warga Tabriz dan berbagai kota lainnya dari Provinsi Azerbaijan Timur pada Senin (17/2) menjelang HUT ke-36 kebangkitan bersejarah warga Tabriz pada 29 Bahman 1356 Hs (1978). Demikian dilaporkan FNA.

 

Ayatullah Khamenei mengucapkan terimakasih kepada rakyat Iran yang telah menggelar pawai akbar 22 Bahman untuk memperingati HUT ke-35 Kemenangan Revolusi Islam Iran tahun 1979.

 

Beliau menganggap resistensi dan persatuan sebagai dua pesan utama dalam pawai HUT kemenangan Revolusi Islam tahun ini.

 

Rahbar menegaskan, pawai 22 Bahman merupakan jawaban atas arogansi dan keserakahan AS, di mana bangsa Iran tidak akan pernah menyerah terhadap intimidasi dan tekanan mereka.

 

Ketika meyinggung kebangkitan warga Tabriz pada 29 Bahman, Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran menilai peristiwa tersebut memiliki banyak pelajaran.

 

Pertama, katanya, kebangkitan 29 Bahman menunjukkan karakter dan keistimewaan menonjol warga Tabriz dan Azerbaijan.

 

Kedua, lanjutnya, kebangkitan 29 Bahman menunjukkan hubungan dan relevansi berbagai kelompok masyarakat di Iran.

 

Dan ketiga, kata Rahbar, kebangkitan warga Tabriz pada 29 Bahman merupakan mukjizat tekad bangsa Iran yang menunjukkan bahwa tidak ada penghalang dan kekuatan besar manapun yang mampu membendung tekad tegas sebuah bangsa.

 

Ayatullah Khamenei lebih lanjut menuturkan, bangsa Iran di pawai 22 Bahran tahun ini menegaskan bahwa mereka tidak akan pernah menyerah terhadap arogansi, intimidasi dan pemerasan AS.

 

Terkait perundingan nuklir Iran dan enam kekuatan utama dunia, Rahbar mengatakan,saya tidak menentang negosiasi tersebut tetapi saya tidak optimis.

"Beberapa pejabat pemerintah sebelumnya dan pemerintahan saat ini berpikir bahwa jika mereka menggelar pembicaraan mengenai isu nuklir dengan AS, maka masalah itu akan terpecahkan. Terkait dengan desakan mereka untuk berunding tentang isu nukir, saya telah mengatakan bahwa saya tidak menentangnya tetapi seperti yang saya katakan dalam pidato pada awal tahun ini (tahun Iran 1392 Hsdimulai pada tanggal 21 Maret tahun 2013) bahwa saya tidak optimis tentang negosiasiitu, " ujarnya.

 

Rahbar menambahkan, tanda-tanda tidak optimis itu sekarang sudah mulai terlihat, di mana tampak jelas dari pernyataan-pernyataan tidak logis dan menghina dari para senator dan pejabat AS terhadap Iran.

 

Ayatullah Khamenei menandaskan, seandainya (namun tidak akan terjadi) suatu hari isu nuklir Iran terselesaikan sejalan dengan tuntutan AS, maka Washington akan menekan Tehran dengan berbagai masalah lain.

 

Sekarang kita menyaksikan bahwa para juru bicara pemerintah AS berbicara tentang isu-isu HAM di Iran dan kemampuan rudal pertahanan negara ini, jelasnya.